PUISI CINTA berjudul PETIK HASIL SETELAH PROSES
Satu persatu semua terbuka,
Mekar setelah terbungkam
Seolah waktunya mentari tersenyum
Ketika lelah terus sembunyi dibalik awan.
Memberi kembali,
Hangatnya yang pernah dingin
Terhempas hujan.
Mekar setelah terbungkam
Seolah waktunya mentari tersenyum
Ketika lelah terus sembunyi dibalik awan.
Memberi kembali,
Hangatnya yang pernah dingin
Terhempas hujan.
Awan pun kembali
Merangkul lemahnya pundak
Saat tak ada tempat bersandar yang nyaman.
Cepat Sebelum,
Kokohnya itu roboh termakan waktu
Yang tidak pernah mengulang.
Segera lah raih jariku
Yakin lah aku tetap tanah yang tidak pernah marah takkala terinjak,tak kala diludahi dan takkala dikotori oleh ke munafikan yang berselimut tebal bercampur kebohongan.
Merangkul lemahnya pundak
Saat tak ada tempat bersandar yang nyaman.
Cepat Sebelum,
Kokohnya itu roboh termakan waktu
Yang tidak pernah mengulang.
Segera lah raih jariku
Yakin lah aku tetap tanah yang tidak pernah marah takkala terinjak,tak kala diludahi dan takkala dikotori oleh ke munafikan yang berselimut tebal bercampur kebohongan.
Petiklah hasil setelah proses
Agar kerasnya ego,besarnya kesombongan
Luluh karena perjalanan.
Agar kerasnya ego,besarnya kesombongan
Luluh karena perjalanan.
Petiklah hasil setelah proses
Karena nikmatnya mengalahkan
Tujuan kaki melangkah.tangan mengayun
Sebelum mencapai tujuan,
Karena nikmatnya mengalahkan
Tujuan kaki melangkah.tangan mengayun
Sebelum mencapai tujuan,
Jalani,
Sikapi
Berusaha
Takfakur
Dan fahami
Usaha tidak akan menghianati
Hasil
Dan hasil tidak akan lari
Jika kita berusaha
Yakin
Akan memetik hasil jika kita nikmati proses
PUISI SELANJUTNYA
Sikapi
Berusaha
Takfakur
Dan fahami
Usaha tidak akan menghianati
Hasil
Dan hasil tidak akan lari
Jika kita berusaha
Yakin
Akan memetik hasil jika kita nikmati proses
PUISI SELANJUTNYA

Comments