PUISI CINTA berjudul KASMARAN
Angin
Dimanakah harus kutitipkan maluku
Saat dia membisikkan dawai asmara menggelora
Sedang mataharipun meringkuk dalam pembaringannya
Mengikhlaskan siang bercumbu dengan semesta
Dimanakah harus kutitipkan maluku
Saat dia membisikkan dawai asmara menggelora
Sedang mataharipun meringkuk dalam pembaringannya
Mengikhlaskan siang bercumbu dengan semesta
Aku terlena
Menikmati raga berlelah dalam relung nadinya
Mendekap helaan nafasnya dalam gigil gerimis senja
Perihku lesap
Dukaku sekarat
Menikmati raga berlelah dalam relung nadinya
Mendekap helaan nafasnya dalam gigil gerimis senja
Perihku lesap
Dukaku sekarat
Lihatlah
Riangku mengembara diseluruh belahan cakrawala
Merahku begitu muda
menutup duri menghimpit angkara
Tumbuh ranum-ranum cinta begitu jingga
Berhias rupa secantik zulaikha
Riangku mengembara diseluruh belahan cakrawala
Merahku begitu muda
menutup duri menghimpit angkara
Tumbuh ranum-ranum cinta begitu jingga
Berhias rupa secantik zulaikha
Sayangku
Mantramu merambat, menyelinap diraga
Bagai pencuri menguras seluruh intan dan berlian
Kau semburkan suka
Aniaya luka
Aku di Nirwana
PUISI SELANJUTNYA
Mantramu merambat, menyelinap diraga
Bagai pencuri menguras seluruh intan dan berlian
Kau semburkan suka
Aniaya luka
Aku di Nirwana
PUISI SELANJUTNYA

Comments